Menggandeng Asa di Lapangan Banteng: Refleksi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Bersama Wali Kota Arifin dan Kwarcab Jakarta Pusat

"Dari tempat inilah, dari Jakarta Pusat, kita kembangkan potensi besar tersebut. Di pundak kalianlah keberlanjutan pembangunan kota dan bangsa ini dititipkan. Teruslah belajar, teruslah berlatih, dan jangan pernah lelah mencintai tanah air Indonesia."
JAKARTA PUSAT — Gema semangat persatuan nasional
bergema kuat di jantung Ibu Kota tatkala jajaran Pemerintah Kota Administrasi
Jakarta Pusat bersama gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Jakarta Pusat
menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98. Berlangsung di
Lapangan Banteng, upacara khidmat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota
Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P., selaku Pembina Upacara.
Barisan peserta yang terdiri dari unsur Forkopimko, kepala suku dinas pengampu
Saka, pembina, serta ratusan anggota Pramuka Penegak, Pandega, dan Penggalang
tampak mengikuti jalannya acara dengan penuh kedisiplinan di bawah komando Kak
Suprayogie sebagai Pemimpin Upacara.
Menjawab Tantangan Zaman: Dari Semangat 1928 ke Realitas
Perkotaan
Dalam pidato pengarahannya, Wali Kota Arifin menyoroti
bagaimana nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda—persatuan, ketangguhan, kebhinekaan,
kesukarelaan, dan pengabdian—memiliki benang merah yang sangat kuat dengan Dasa
Darma Pramuka. Beliau mengingatkan bahwa jika para pemuda di tahun 1928
berjuang mengangkat senjata melawan penjajah, maka medan juang generasi muda
hari ini di pusat peradaban urban jauh lebih dinamis dan tak kasat mata.
Tantangan modern saat ini mencakup isu ketidakpedulian
sosial, perpecahan akibat disinformasi, dekadensi moral, perundungan, hingga
kerusakan lingkungan hidup. Menanggapi hal tersebut, Pramuka Jakarta Pusat
dinilai telah sukses membuktikan diri bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler
biasa, melainkan kawah candradimuka pembentukan karakter pemimpin masa depan
yang peka terhadap persoalan sosial kota. Selengkap ya di www.pramukajakpus.id
Suara Pemuda: Aksi Nyata di Atas Seremoni
Semangat senada turut disuarakan oleh unsur pengurus Kwarcab
Gerakan Pramuka Jakarta Pusat, Yudha Adyaksa. Saat ditemui awak media
di sela-sela kegiatan, ia menekankan pentingnya esensi Hari Sumpah Pemuda
bagi kader-kader muda di lapangan.
"Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini bukan sekadar
agenda seremonial tahunan, melainkan momentum krusial bagi anggota Pramuka
untuk mentransformasikan nilai persatuan dalam bentuk aksi nyata di tengah
masyarakat. Peran aktif pemuda hari ini akan menentukan arah kemajuan bangsa ke
depan."
5 Pilar Utama Arahan Wali Kota Jakarta Pusat
Sebagai puncaknya, Wali Kota Arifin menitipkan lima poin
instruksi strategis yang harus diresapi dan dijalankan oleh seluruh pemuda
serta anggota Pramuka di wilayah Jakarta Pusat:
- Perekat
Kebhinekaan dan Benteng Persatuan Menjadikan Jakarta Pusat
sebagai rumah yang ramah bagi keberagaman dengan konsisten menjadi pioneer toleransi
serta penangkal disinformasi pemecah belah bangsa.
- Penguasaan
IPTEK dan Inovasi Global Mentransformasikan semangat Sumpah
Pemuda ke dalam budaya belajar yang produktif, memanfaatkan teknologi
secara bijak, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan akar budaya.
- Penguatan
Kepedulian Sosial Mengaplikasikan Dasa Darma Pramuka lewat aksi
nyata menolong sesama, merawat lingkungan, serta menjadi agen solusi atas
pelbagai persoalan masyarakat urban.
- Kolaborasi
Lintas Sektor yang Solid Meningkatkan sinergi bersama jajaran
Forkopimko dan Suku Dinas pengampu Saka demi melahirkan program kepemudaan
yang berkelanjutan.
- Integritas
dan Kehormatan Diri Menjauhi perilaku destruktif seperti tawuran,
narkoba, serta perundungan, sekaligus memegang teguh pedoman hidup Tri
Satya dan Dasa Darma.